Rabu, 07 Mei 2014

video rukun islam


studi kasus psikologi belajar (kreatifitas anak dalam belajar)



STUDI KASUS
(KREATIVITAS ANAK DALAM BELAJAR)
Tugas Mandiri Diajukan Untuk Memenuhi
Sebagian Tugas Matakuliah Psikologi Belajar










Disusun Oleh :

Nama                         : Eli Indriani
NIMKO                       : 1209-11-06501
Program                    : Strata Satu (S-1)
Program Studi         : PGMI
Semester / Lokal     : III (tiga) / B
Dosen Pengampu : Hermanto, S. Psi




SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM STAI
AULIAURRASYIDIN TEMBILAHAN
 T. A 2012/201
BAB I
PENDAHULUAN


A.   Latar Belakang Masalah

Pendidikan dapat dimaknai sebagai proses mengubah tingkah laku anak didik agar menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri dan sebagai anggota masyarakat dalam “lingkungan alam sekitar dimana individu itu berada”.
Kreatifitas dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan atau karya nyata, yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Sehingga dalam penggunaannya pendidik harus menyesuaikan dengan materi yang diajarkan dan kemampuan peserta didik. Pemilihan teknik dan metode yang tepat memerlukan keahlian tersendiri, sehingga pendidik harus pandai memilih dan menerapkannya guna memenuhi kebutuhan tersebut, pengajaran harus bersifat multisensori dan penuh variasi.

Menurut Echol Active adalah aktif ; bersemangat atau ikut giat. Sedangkan learning adalah pengetahuan dalam hal ini yaitu pembelajaran sehingga active learning berarti pembelajaran aktif. Sedangkan menurut Hisyam Zaini metode active learning didalam peningkatan kreatifitas siswa adalah metode pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar secara aktif, dengan menggunakan otak, baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran, memecahkan masalah, atau mengaplikasikan apa yang baru  mereka ketahui ke dalam persoalan yang ada dalam kehidupan nyata.


B.    Tujuan dan Manfaat
1.    Tujuan Penelitian
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah :
a.    Mendeskripsikan bagaimana kreatifitas anak dalam pembelajaran.
b.    Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kreatifitas anak dalam pembelajaran.

2.    Manfaat Penilitian
a.    Manfaat teoritis
·         Memberikan masukan dan sebagai informasi untuk kita dan pada dunia pendidikan dalam khasanah ilmu pengetahuan.
·         Hasil penelitian ini diharapkan bisa sebagai bahan literature penelitian yang akan datang dengan masalah yang sejenis.

b.    Manfaat praktis
·         Memberi informasi bagi generasi mendatang dalam meningkatkan mutu proses belajar mengajar dalam menggunakan pendekatan kreativitas.
·         Untuk meningkatkan sumber daya umat manusia yang cerdas.

























BAB II

IDENTITAS RESPONDEN


A.   DATA RESPONDEN
a.    Nama                                     : Murni Yanti
a.    Tempat Lahir                         : Igal
b.    Tanggal Lahir                       : 06 – Januari – 2003.
c.    Kelas                                      : IV (Empat)
d.    Tempat Sekolah                   : SDN 035 Tembilahan
e.    Alamat Rumah                     : Sungai Beringin Gg. Pembangunan
f.     Hobby                                    : Melukis


B.   DATA ORANGTUA RESPONDEN
Ayah :
a.    Nama                                     : Tabri
b.    Tempat Lahir                         : Serang
c.    Tanggal Lahir                       : 21 – Februari - 1969
d.    Pendidikan Terakhir            : SD
e.    Alamat Saat Ini                     : Sungai Beringin Jln. Pembangunan
f.     Alamat Rumah                     : Sungai Beringin Jln. Pembangunan

Ibu :
a.    Nama                                     : Suryani
b.    Tempat Lahir                         : Igal
c.    Tanggal Lahir                       : 13 – April – 1970
d.    Pendidikan Terakhir                        : SD
e.    Alamat Saat Ini                     : Sungai Beringin Jln. Pembangunan
f.     Alamat Rumah                     : Sungai Beringin Jln. Pembangunan





C.   OBSERVASI YANG DILAKUKAN
1.    Observasi Pertama
      Hari                 : Senin
Tanggal         : 12 – November - 2012
Pukul                         : 10.00 Wib.
Tempat           : Di Sekolah.

2.    Observasi Kedua
Hari                 : Kamis
Tanggal         : 15 - November - 2012
Pukul                         : 20.00 Wib
Tempat           : Orang Tua Anak yang Diteliti

3.    Observasi Ketiga
Hari                 : Sabtu
Tanggal         : 17 – November - 2012
Pukul                         : 10.00 Wib
Tempat           : Di Rumah Guru Wali Kelas IV























BAB III 
PERMASALAHAN YANG DIHADAPI


A.   Keadaan Anak

Ø  Fisik Anak
Anak memiliki anggota tubuh normal, dan sehat.

Ø  Mental Anak
Memiliki mental yang kuat dan kreativitas dalam belajar.

Ø  Kelemahan Anak
Anak sedikit malas, bila bangun pagi bisa jam 09.00 bisa juga jam 10.00 dan ia malas bila disuruh mencuci piring dan membereskan tempat tidurnya.

Ø  Kelebihan Anak
Anak cenderung memiliki kebiasaan belajar salah satunya kehobian dia adalah melukis.

B.   Permasalahan Anak
Ø  Terhadap diri sendiri
      Rasa malas yang ada pada diri dia.

Ø  Orang tua
Tidak ada masalah apa-apa semuanya baik-baik saja karena         ia termasuk anak yang penurut.
Ø  Lingkungan
Anak sedikit pemalu jadi dia butuh waktu untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan yang belum ia kenal.

Ø  Sekolah
Anak tidak ada masalah dilingkungan sekolah

BAB IV
KREATIVITAS ANAK DALAM BELAJAR

A.    DEVINISI KREATIVITAS
Kreativitas didefinisikan secara berbeda-beda. Sedemikian beragam definisi itu, sehingga pengertian kreativitas bergantung pada bagaimana pandangan orang yang mendefinisikannya.

Dalam kamus Bahasa Indonesia, kreativitas berarti daya cipta atau kemajuan mencipta. Dalam hal ini kreativitas lebih diartikan pada kemampuan membuat gabungan atau kombinasi-kombinasi baru dari unsur-unsur yang telah ada sebelumnya., sekalipun dalam bentuk sederhana.

Sedangkan menurut Hurlock “kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi, produk atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru, dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya. Ia dapat berupa kegiatan imajinatif atau sintesis pemikiran yang hasilnya bukan hanya perangkum. Ia mungkin mencakup pembentukan pola baru dan gabungan informasi yang diperoleh dari pengalaman sebelumnya dan pencakokan hubungan lama ke situasi baru  dan mungkin mencakup pembentukan korelasi baru.

Ia harus mempunyai maksud atau tujuan yang ditentukan, bukan fantasi semata, walaupun merupakan hasil yang sempurna dan lengkap. Ia mungkin dapat berbentuk produk seni, kesusteraan, produk ilmiah, atau mungkin bersifat prosedural atau metodologis.”








Menurut A.M. Mangunhardjana kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya baru, berguna dan dapat dimengerti. Sedangkan menurut utami munandar, kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang mempunyai makna sosial.

Sedangkan kesimpulan para ahli mengenai kreativitas dalam utami munandar adalah:
1.    Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data, informasi atau unsur-unsur yang ada.
2.    Kreativitas (berfikir kreatif atau divergen) adalah kemampuan berdasarkan data atau informasi yang tersedia menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, dimana penekanannya adalah pada kuantitas, ketepat gunaan, dan keragaman jawaban.
3.    Jadi, secara operasional kreativitas dapat dirumuskan sebagai kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, dan orisionalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, memperinci) suatu gagasan.

Berdasarkan uraian pendapat-pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa kreativitas merupakan proses yang mengarah ke penciptaan sesuatu yang baru, dan berbeda dimana dalam mencipta bergantung pada perolehan pengetahuan yang diterima dan yang mempunyai tujuan yang mendatangkan keuntungan bagi orang itu sendiri atau kelompok sosialnya

B.   Bentuk Kreativitas dalam Belajar
Belajar adalah sebagai sesuatu perubahan tingkah laku yang ralative tetap, yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman. Belajar kreatif berhubungan erat dengan penghayatan terhadap pengalaman belajar yang sangat menyenangkan, yang dijalaninya melalui tahapan-tahapan kreativitas.

model Treffinger dalam Utami Munandar bentuk belajar kreatif digambarkan sebagai berikut:

Merupakan salah satu dari sedikit model yang menangani masalah ini ecara langsung dan memberikan saran-saran praktis bagaimana mencapai keterpaduan. Dengan melibatkan baik keterampilan kognitif maupun afektif, Treffinger menunjukkan saling hubungan dan ketergantungan antara keduanya dalam mendorong belajar kreatif.

Model Treffinger untuk belajar kreatif menggambarkan susunan tiga bentuk kreatifitas yang mulai dengan unsur-unsur dasar dan menanjak ke fungsi-fungsi berfikir kreatif yang lebih majmuk.

Seperti dalam model pengayaan model Treffinger, siswa terlibat dalam kegiatan membangun keterampilan untuk kemudian menangani masalah kehidupan nyata pada model Treffinger terdiri dari langkah-langkah berikut:
Basic Tools (bentuk dasar), Practice with Procces (latihan dengan proses), dan Working with Real Problems (bekerja dengan permasalahan yang nyata).

Basic Tools yaitu teknik-teknik kreativitas, Basic Tool yang meliputi keterampilan berfikir divergen dan teknik-teknik kreatif. Keterampilan dan teknik-teknik ini mengembangkan kelancaran dan kelenturan berfikir serta kesediaan mengungkapkan pemikiran kreatif kepaa orang lain.

Practice with Process yaitu teknik-teknik kreativitas yang memberi kesempatan kepada siswa untuk menerapkan keterampilan yang dipelajari pada teknik-teknik kreativitas dalam situasi praktis. Untuk tujuan ini digunakan strategi seperti bermain peran, simulasi dan studi kasus. Kemahiran dalam berfikir kreatif menuntut siswa memiliki keterampilan untuk melakukan fungsi-fungsi seperti analisis, evaliasi, imajinasi, dan fantasi.

Working with Real Problem yaitu teknik-teknik kreatif yang menerapkan keterampilan yang dipelajari pada Basic Tools dan Practice with Procces terhadap tantangan dunia nyata. Siswa tidak hanya belajar keterampilan berfikir kreatif, tetapi juga bagaimana menggunakan informasi ini dalam kehidupan.

Dari uraian diatas, maka yang dimaksud model pembelajaran kreatif ialah suatu pola pendekatan yang digunakan untuk menciptakan iklim belajar dan pembelajaran yang mendukung bagi berkembangnya kreativitas siswa.

Dalam hal ini adalah kreativitas siswa. Belajar dan pembelajaran kreatif dapat berlangsung dengan lebih baik dan lancar apabila didukung suatu iklim belajar dan pembelajaran yang kondusif, yaitu susana yang menunjang pendayagunaan kreativitas siswa.

Ditinjau dari segi pendidikan, tindakan belajar kretivitas di kelas merupakan seperangkat kemampuan yang ada akibat interaksi aktif antara guru dan siswa, pengkondisian dan pengalaman. Nur Hadi menambahkan proses pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengembangan kreativitas, adapun beberapa bentuk kreativitas dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:

1.    Menggunakan keterampilan bertanya, keterampilan bertanya sangat perlu untuk dikuasai oleh guru, karena hampir dalam setiap tahap pembelajaran guru dituntut untuk mengajukan pertanyaan, dan kualitas pertanyaan yang diajukan guru akan menentukan kualitas jawaban peserta didik.

2.    Memberi penguatan, penguatan merupakan respons terhadap suatu perilaku yang dapat menimbulkan kemungkinan terulangnya kembali perilaku tersebut.
Penguatan dapat dilakukan secara verbal berupa menjelaskan kembali jika ada materi yang belum dipahami oleh siswa yang dilakukan dengan kegiatan yang menyenangkan. Penguatan bertujuan untuk meningkatkan perhatian peserta didik terhadap pembelajaran, merangsang dan meningkatkan motivasi belajar dan membina perilaku yang produktif.

3.    Mengadakan variasi, mengadakan variasi merupakan keterampilan yang harus dikuasai guru dalam pembelajaran untuk mengatasi kebosanan peserta didik, agar selalu antusias, tekun, dan penuh partisipsi.

4.    Menjelaskan, penggunaan penjelasan dalam pembelajaran memiliki beberapa komponen yang harus diperhatikan, yaitu menjelaskan materi pelajaran sesuai tujuan pembelajaran, penjelasan meliputi isi pesan yang akan disampaikan harus sistematis dan mudah dipahami oleh peserta didik dan dalam memberikan penjelasan harus mempertimbangkan kemampuan dan pengetahuan dasar yang dimiliki oleh peserta didik.

5.    Membuka dan menutup pelajaran, mmbuka dan menutup peljaran yang dilakukan secara profesional akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan pembelajaran. Membuka pelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guru untuk menciptakan kesiapan mental dan menarik perhatian peserta didik secara optimal, agar mereka memusatkan diri sepenuhnya pada pelajaran yang akan disajikan.

6.    Membimbing diskusi kelompok kecil, hal-hal yang perlu dipersiapkan guru agar diskusi kelompok kecil dapat digunakan secara efektif dalam pembelajaran.

7.    Mengelola kelas, pengelolaan kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran, beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengelolaan kelas adalah kehangatan dan keantusiasan, tantangan, bervariasi, luwes, penekanan pada hal-hal positif, dan penanaman disiplin diri.


8.    Mengajar kelompok kecil dan perorangan, pengajaran kelompok kecil dan perorangan merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap peserta didik, dan menjalin hubungan yang lebih akrab antara guru dengan peserta didik maupun antara peserta didik dengan peserta didik.

Dengan memiliki beberapa keterampilan mengajar yang telah diuraikan di atas diharapkan guru tidak lagi menjadi figur yang menakutkan bagi peserta didiknya, sehingga peserta didik akan senantiasa memiliki perasaan yang nyaman jika berada dalam proses pembelajaran dan akan senantiasa memiliki motivasi yang tinggi untuk mengikuti pembelajaran.

C.   Faktor-Faktor yang Memprediksi Kreativitas Siswa
Feistn menyatakan bahwa keberkatan (giftedness) yang diukur dengan menggunakan tes IQ ternyata bukanlah prekdiktor yang valid dari pencapaian kreativitas seseorang.

Berbagai pendapat ahli yang dirangkum oleh Smith menemukan bahwa kreatifitas tidak dapat diprediksikan atau ditingkatkan secara tunggal dengan mengfokuskan pada proses-proses kognitif dan trait kepribadian yang dimiliki oleh seseorang.
Hal ini menyebabkan para peneliti lebih memfokuskan perhatian pada faktor-faktor sosial dan lingkungan yang dapat meningkatkan atau menurunkan aktivitas-aktivitas kreatif.

            Penelitian yang dilakukan oleh Chen dkk. Menunjukkan bahwa kreativitas merupakan suatu hal yang dapat diajarkan. Chen dkk. untuk meningkatkan kemampuan para siswa dalam menyelesaikan permasalahan secara kreatif.

Chen dkk. Menggunakan subjek penelitian sebanyak 177 orang. Torrance Tests of Creative Thinking (TTCT) digunakan untuk mengukur perubahan kreatifitas para siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para siswa yang menyelesaikan kurikulum pendidikan tersebut mengalami peningkatan kreatifitas secara signifikan.


BAB V
PENUTUP


A.   Kesimpulan

Belajar adalah sebagai sesuatu perubahan tingkah laku yang relative tetap, yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman. Belajar kreatif berhubungan erat dengan penghayatan terhadap pengalaman belajar yang sangat menyenangkan, yang dijalaninya melalui tahapan-tahapan kreativitas.

                        Kreativitas merupakan proses yang mengarah ke penciptaan sesuatu yang baru, dan berbeda dimana dalam mencipta bergantung pada perolehan pengetahuan yang diterima dan yang mempunyai tujuan yang mendatangkan keuntungan bagi orang itu sendiri atau kelompok sosialnya.

model pembelajaran kreatif ialah suatu pola pendekatan yang digunakan untuk menciptakan iklim belajar dan pembelajaran yang mendukung bagi berkembangnya kreativitas siswa.

Dalam hal ini adalah kreativitas siswa. Belajar dan pembelajaran kreatif dapat berlangsung dengan lebih baik dan lancar apabila didukung suatu iklim belajar dan pembelajaran yang kondusif, yaitu susana yang menunjang pendayagunaan kreativitas siswa.

B.   Saran
Dari hasil penelitian yang penulis peroleh di lapangan, penulis memberikan saran baik untuk pembaca dan terlebih lagi untuk diri pribadi penulis sendiri :
1.    Diharapkan kepada calon pendidik yang akan datang dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam belajar.
2.    Kepada calon pendidik dapat menggunakan berbagai peralatan (media) dalam pembelajara


DAFTAR PUSTAKA


W. J. S Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta : PN Balai Pustaka, 2004).

Elizabeth B. Hurlock, Psikologi Perkembangan, (Jakarta : PT Gelora Aksara Pratama, 2004).

Mangun Hardiman, Membangun Kreativitas, (Jakarta : PT Rineka, 2008).

Munandar S. C. Utami, Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah, cet. III, (Jakarta : PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2009).






























SURAT KETERANGAN
    Nomor :



Berdasarkan Surat Nomor : 67 /STAI-URD/IX/2012 tanggal 12 November 2012, maka dengan ini menyatakan bahwa :

Nama                                     : Eli Indriani
NIMKO                       : 1209. 11. 06501
Program                     : S-1
Program Studi          : PGMI B
Semester                   : III (Tiga)
Dosen Pengampu   : Hermanto, S. Psi

telah melakukan riset / penelitan dalam tugas matakuliah Psikologi Belajar.  Riset tersebut dilakukan terhadap :

Nama                                     : Murni Yanti
Tempat /Tgl Lahir     : Igal /06-Januari-2003
Jenis Kelamin          : Perempuan
Pendidikan              : SD 035
Kelas                         : IV (Empat)
Alamat                        : Sungai Beringin Jln. Pembangunan


Demikian Surat Keterangan ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.



Tembilahan, 12 November 2012

Tertanda,
Kepala Sekolah / orangtua anak




( BADRI )










IDENTITAS PENULIS





Pas Photo
3 X 4
 
 
II.    DATA PRIBADI
g.    Nama                                     : Eli Indriani        
h.    Tempat Lahir             : KH. Mandah
i.      Tanggal Lahir           : 07 – Juli – 1988
j.      Pekerjaan                  : Mahasiswi
k.    Alamat Saat Ini         : Sungai Beringin Jln. Pembangunan
l.      Alamat Rumah         : Sungai Beringin Jln. Pembangunan
m.   Contact Person        : 082388486816

III.   RIWAYAT PENDIDIKAN UMUM
a.    SD / Ibtidaiyah
Nama                         : SD 047
Tahun                        : 2000
Di                    : KH. Mandah

b.    SLTP/ Tsanawiyah
Nama                         : MTsN
Tahun                        : 2003
Di                    : KH. Mandah

c.    SLTA /Aliyah
Nama                         : SMAN 1 Kateman
Tahun                        : 2006
Di                    : Sungai Guntung

IV.  DATA ORANG TUA
Ayah :
a.    Nama                                     : M. Idris (Almarhum)
b.    Tempat Lahir                         : KH. Mandah





c.    Tanggal Lahir                       : 04-Januari-1966
d.    Pendidikan Terakhir            : SPG
e.    Alamat Saat Ini                     : KH. Mandah
f.     Alamat Rumah                     : KH. Mandah

Ibu :
a.    Nama                                     : Nurasiah
b.    Tempat lahir                          : KH. Mandah
c.    Tanggal lahir                                    : 02-Maret-1968
d.    Pendidikan terakhir             : SD
e.    Alamat saat ini                      : KH. Mandah
f.     Alamat rumah                       : KH. Mandah

V.   DATA SUAMI / ISTRI
a.    Nama                                     : Raja Hamidi
b.    Tempat Lahir                         : Igal
  1. Tanggal Lahir                       : 23 – Maret – 1978
  2. Pendidikan Terakhir            : S–1 STAI
  3. Alamat Saat Ini                     : Sungai Beringin Jln. Pembangunan
  4. Alamat  Rumah                    : Sungai Beringin Jln. Pembangunan

VI.  DATA ANAK
1.    Jenis Kelamin                      : Laki – laki
2.    Usia                                        : 2 Tahun
3.    Anak ke                                 : 1