STUDI KASUS
(KREATIVITAS
ANAK DALAM BELAJAR)
Tugas Mandiri Diajukan Untuk Memenuhi
Sebagian Tugas Matakuliah Psikologi Belajar

Disusun Oleh :
Nama : Eli Indriani
NIMKO : 1209-11-06501
Program : Strata Satu (S-1)
Program Studi : PGMI
Semester / Lokal : III (tiga) / B
Dosen Pengampu : Hermanto, S. Psi
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM STAI
AULIAURRASYIDIN TEMBILAHAN
T. A 2012/201
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan dapat dimaknai sebagai proses mengubah tingkah
laku anak didik agar menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri dan
sebagai anggota masyarakat dalam “lingkungan alam sekitar dimana individu itu
berada”.
Kreatifitas dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang
untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan atau karya nyata, yang
relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Sehingga dalam
penggunaannya pendidik harus menyesuaikan dengan materi yang diajarkan dan
kemampuan peserta didik. Pemilihan teknik dan metode yang tepat memerlukan keahlian
tersendiri, sehingga pendidik harus pandai memilih dan menerapkannya guna
memenuhi kebutuhan tersebut, pengajaran harus bersifat multisensori dan penuh
variasi.
Menurut Echol Active adalah aktif ; bersemangat
atau ikut giat. Sedangkan learning adalah pengetahuan dalam hal ini yaitu
pembelajaran sehingga active learning berarti pembelajaran aktif. Sedangkan
menurut Hisyam Zaini metode active learning didalam peningkatan
kreatifitas siswa adalah metode pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar
secara aktif, dengan menggunakan otak, baik untuk menemukan ide pokok dari
materi pelajaran, memecahkan masalah, atau mengaplikasikan apa yang baru mereka ketahui ke dalam persoalan yang ada dalam kehidupan
nyata.
B. Tujuan dan Manfaat
1. Tujuan Penelitian
Tujuan dilakukannya penelitian ini
adalah :
a.
Mendeskripsikan bagaimana kreatifitas anak dalam
pembelajaran.
b.
Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi
kreatifitas anak dalam pembelajaran.
2. Manfaat Penilitian
a. Manfaat teoritis
·
Memberikan masukan dan sebagai informasi untuk kita dan
pada dunia pendidikan dalam khasanah ilmu pengetahuan.
·
Hasil penelitian ini diharapkan bisa sebagai bahan
literature penelitian yang akan datang dengan masalah yang sejenis.
b. Manfaat praktis
·
Memberi informasi bagi generasi mendatang dalam
meningkatkan mutu proses belajar mengajar dalam menggunakan pendekatan
kreativitas.
·
Untuk meningkatkan sumber daya umat manusia yang cerdas.
BAB II
IDENTITAS RESPONDEN
A. DATA RESPONDEN
a. Nama : Murni
Yanti
a. Tempat Lahir : Igal
b. Tanggal Lahir : 06 –
Januari – 2003.
c. Kelas : IV (Empat)
d. Tempat Sekolah
: SDN 035
Tembilahan
e. Alamat Rumah : Sungai
Beringin Gg. Pembangunan
f. Hobby : Melukis
B. DATA ORANGTUA RESPONDEN
Ayah :
a. Nama : Tabri
b. Tempat Lahir : Serang
c. Tanggal Lahir : 21 – Februari -
1969
d. Pendidikan
Terakhir : SD
e. Alamat Saat
Ini : Sungai
Beringin Jln. Pembangunan
f. Alamat Rumah : Sungai Beringin
Jln. Pembangunan
Ibu :
a.
Nama :
Suryani
b.
Tempat Lahir :
Igal
c.
Tanggal Lahir :
13 – April – 1970
d.
Pendidikan Terakhir :
SD
e.
Alamat Saat Ini :
Sungai Beringin Jln. Pembangunan
f.
Alamat Rumah :
Sungai Beringin Jln. Pembangunan
C. OBSERVASI YANG DILAKUKAN
1. Observasi Pertama
Hari :
Senin
Tanggal :
12 – November - 2012
Pukul :
10.00 Wib.
Tempat :
Di Sekolah.
2. Observasi Kedua
Hari :
Kamis
Tanggal :
15 - November - 2012
Pukul : 20.00 Wib
Tempat :
Orang Tua Anak yang Diteliti
3. Observasi Ketiga
Hari :
Sabtu
Tanggal : 17 –
November - 2012
Pukul :
10.00 Wib
Tempat :
Di Rumah Guru Wali Kelas IV
BAB III
PERMASALAHAN YANG DIHADAPI
A. Keadaan Anak
Ø Fisik Anak
Anak memiliki anggota tubuh normal,
dan sehat.
Ø Mental Anak
Memiliki mental yang kuat dan kreativitas dalam belajar.
Ø Kelemahan Anak
Anak sedikit malas, bila bangun pagi bisa jam 09.00 bisa
juga jam 10.00 dan ia malas bila disuruh mencuci piring dan membereskan tempat
tidurnya.
Ø Kelebihan Anak
Anak cenderung memiliki kebiasaan belajar salah satunya kehobian dia adalah
melukis.
B. Permasalahan Anak
Ø Terhadap diri sendiri
Rasa malas yang ada pada diri
dia.
Ø Orang tua
Tidak ada masalah apa-apa semuanya baik-baik saja karena ia termasuk anak yang penurut.
Ø Lingkungan
Anak sedikit pemalu jadi dia butuh
waktu untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan yang belum ia kenal.
Ø Sekolah
Anak tidak ada
masalah dilingkungan sekolah
BAB IV
KREATIVITAS
ANAK DALAM BELAJAR
A. DEVINISI
KREATIVITAS
Kreativitas didefinisikan secara berbeda-beda. Sedemikian
beragam definisi itu, sehingga pengertian kreativitas bergantung pada bagaimana
pandangan orang yang mendefinisikannya.
Dalam kamus Bahasa Indonesia, kreativitas berarti daya
cipta atau kemajuan mencipta. Dalam hal ini kreativitas lebih diartikan pada
kemampuan membuat gabungan atau kombinasi-kombinasi baru dari unsur-unsur yang
telah ada sebelumnya., sekalipun dalam bentuk sederhana.
Sedangkan menurut Hurlock “kreativitas adalah
kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi, produk atau gagasan apa saja
yang pada dasarnya baru, dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya. Ia dapat
berupa kegiatan imajinatif atau sintesis pemikiran yang hasilnya bukan hanya
perangkum. Ia mungkin mencakup pembentukan pola baru dan gabungan informasi
yang diperoleh dari pengalaman sebelumnya dan pencakokan hubungan lama ke
situasi baru dan mungkin mencakup
pembentukan korelasi baru.
Ia harus mempunyai maksud atau tujuan yang ditentukan,
bukan fantasi semata, walaupun merupakan hasil yang sempurna dan lengkap. Ia
mungkin dapat berbentuk produk seni, kesusteraan, produk ilmiah, atau mungkin bersifat
prosedural atau metodologis.”
Menurut A.M. Mangunhardjana kreativitas adalah kegiatan
yang mendatangkan hasil yang sifatnya baru, berguna dan dapat dimengerti.
Sedangkan menurut utami munandar, kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi
baru yang mempunyai makna sosial.
Sedangkan kesimpulan para ahli mengenai kreativitas dalam
utami munandar adalah:
1.
Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru
berdasarkan data, informasi atau unsur-unsur yang ada.
2.
Kreativitas (berfikir kreatif atau divergen) adalah
kemampuan berdasarkan data atau informasi yang tersedia menemukan banyak
kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, dimana penekanannya adalah pada
kuantitas, ketepat gunaan, dan keragaman jawaban.
3.
Jadi, secara operasional kreativitas dapat dirumuskan
sebagai kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, dan orisionalitas
dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya,
memperinci) suatu gagasan.
Berdasarkan uraian pendapat-pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa
kreativitas merupakan proses yang mengarah ke penciptaan sesuatu yang baru, dan
berbeda dimana dalam mencipta bergantung pada perolehan pengetahuan yang
diterima dan yang mempunyai tujuan yang mendatangkan keuntungan bagi orang itu
sendiri atau kelompok sosialnya
B. Bentuk Kreativitas dalam Belajar
Belajar adalah sebagai sesuatu perubahan tingkah laku
yang ralative tetap, yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman. Belajar
kreatif berhubungan erat dengan penghayatan terhadap pengalaman belajar yang
sangat menyenangkan, yang dijalaninya melalui tahapan-tahapan kreativitas.
model Treffinger dalam Utami Munandar bentuk belajar
kreatif digambarkan sebagai berikut:
Merupakan salah satu dari sedikit model yang menangani
masalah ini ecara langsung dan memberikan saran-saran praktis bagaimana
mencapai keterpaduan. Dengan melibatkan baik keterampilan kognitif maupun
afektif, Treffinger menunjukkan saling hubungan dan ketergantungan antara
keduanya dalam mendorong belajar kreatif.
Model Treffinger untuk belajar kreatif menggambarkan
susunan tiga bentuk kreatifitas yang mulai dengan unsur-unsur dasar dan
menanjak ke fungsi-fungsi berfikir kreatif yang lebih majmuk.
Seperti dalam model pengayaan model Treffinger, siswa
terlibat dalam kegiatan membangun keterampilan untuk kemudian menangani masalah
kehidupan nyata pada model Treffinger terdiri dari langkah-langkah berikut:
Basic Tools (bentuk dasar), Practice with Procces (latihan dengan
proses), dan Working with Real Problems
(bekerja dengan permasalahan yang nyata).
Basic Tools yaitu
teknik-teknik kreativitas, Basic Tool
yang meliputi keterampilan berfikir divergen dan teknik-teknik kreatif.
Keterampilan dan teknik-teknik ini mengembangkan kelancaran dan kelenturan
berfikir serta kesediaan mengungkapkan pemikiran kreatif kepaa orang lain.
Practice with Process yaitu
teknik-teknik kreativitas yang memberi kesempatan kepada siswa untuk menerapkan
keterampilan yang dipelajari pada teknik-teknik kreativitas dalam situasi
praktis. Untuk tujuan ini digunakan strategi seperti bermain peran, simulasi
dan studi kasus. Kemahiran dalam berfikir kreatif menuntut siswa memiliki
keterampilan untuk melakukan fungsi-fungsi seperti analisis, evaliasi,
imajinasi, dan fantasi.
Working with Real
Problem yaitu teknik-teknik kreatif yang menerapkan keterampilan
yang dipelajari pada Basic Tools dan Practice with Procces terhadap tantangan
dunia nyata. Siswa tidak hanya belajar keterampilan berfikir kreatif, tetapi
juga bagaimana menggunakan informasi ini dalam kehidupan.
Dari uraian diatas, maka yang dimaksud model pembelajaran
kreatif ialah suatu pola pendekatan yang digunakan untuk menciptakan iklim
belajar dan pembelajaran yang mendukung bagi berkembangnya kreativitas siswa.
Dalam hal ini adalah kreativitas siswa. Belajar dan
pembelajaran kreatif dapat berlangsung dengan lebih baik dan lancar apabila
didukung suatu iklim belajar dan pembelajaran yang kondusif, yaitu susana yang
menunjang pendayagunaan kreativitas siswa.
Ditinjau dari segi pendidikan, tindakan belajar
kretivitas di kelas merupakan seperangkat kemampuan yang ada akibat interaksi
aktif antara guru dan siswa, pengkondisian dan pengalaman. Nur Hadi menambahkan
proses pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengembangan
kreativitas, adapun beberapa bentuk kreativitas dalam pembelajaran adalah
sebagai berikut:
1.
Menggunakan keterampilan bertanya, keterampilan bertanya
sangat perlu untuk dikuasai oleh guru, karena hampir dalam setiap tahap
pembelajaran guru dituntut untuk mengajukan pertanyaan, dan kualitas pertanyaan
yang diajukan guru akan menentukan kualitas jawaban peserta didik.
2.
Memberi penguatan, penguatan merupakan respons terhadap
suatu perilaku yang dapat menimbulkan kemungkinan terulangnya kembali perilaku
tersebut.
Penguatan dapat dilakukan secara verbal berupa menjelaskan kembali jika ada
materi yang belum dipahami oleh siswa yang dilakukan dengan kegiatan yang
menyenangkan. Penguatan bertujuan untuk meningkatkan perhatian peserta didik
terhadap pembelajaran, merangsang dan meningkatkan motivasi belajar dan membina
perilaku yang produktif.
3.
Mengadakan variasi, mengadakan variasi merupakan
keterampilan yang harus dikuasai guru dalam pembelajaran untuk mengatasi
kebosanan peserta didik, agar selalu antusias, tekun, dan penuh partisipsi.
4.
Menjelaskan, penggunaan penjelasan dalam pembelajaran
memiliki beberapa komponen yang harus diperhatikan, yaitu menjelaskan materi
pelajaran sesuai tujuan pembelajaran, penjelasan meliputi isi pesan yang akan
disampaikan harus sistematis dan mudah dipahami oleh peserta didik dan dalam
memberikan penjelasan harus mempertimbangkan kemampuan dan pengetahuan dasar
yang dimiliki oleh peserta didik.
5.
Membuka dan menutup pelajaran, mmbuka dan menutup
peljaran yang dilakukan secara profesional akan memberikan pengaruh positif
terhadap kegiatan pembelajaran. Membuka pelajaran merupakan suatu kegiatan yang
dilakukan guru untuk menciptakan kesiapan mental dan menarik perhatian peserta
didik secara optimal, agar mereka memusatkan diri sepenuhnya pada pelajaran
yang akan disajikan.
6.
Membimbing diskusi kelompok kecil, hal-hal yang perlu
dipersiapkan guru agar diskusi kelompok kecil dapat digunakan secara efektif
dalam pembelajaran.
7.
Mengelola kelas, pengelolaan kelas merupakan keterampilan
guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, dan mengendalikannya
jika terjadi gangguan dalam pembelajaran, beberapa prinsip yang harus
diperhatikan dalam pengelolaan kelas adalah kehangatan dan keantusiasan,
tantangan, bervariasi, luwes, penekanan pada hal-hal positif, dan penanaman
disiplin diri.
8.
Mengajar kelompok kecil dan perorangan, pengajaran
kelompok kecil dan perorangan merupakan suatu bentuk pembelajaran yang
memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap peserta didik, dan
menjalin hubungan yang lebih akrab antara guru dengan peserta didik maupun
antara peserta didik dengan peserta didik.
Dengan memiliki beberapa keterampilan mengajar yang telah
diuraikan di atas diharapkan guru tidak lagi menjadi figur yang menakutkan bagi
peserta didiknya, sehingga peserta didik akan senantiasa memiliki perasaan yang
nyaman jika berada dalam proses pembelajaran dan akan senantiasa memiliki
motivasi yang tinggi untuk mengikuti pembelajaran.
C. Faktor-Faktor yang Memprediksi Kreativitas Siswa
Feistn
menyatakan bahwa keberkatan (giftedness)
yang diukur dengan menggunakan tes IQ ternyata bukanlah prekdiktor yang valid
dari pencapaian kreativitas seseorang.
Berbagai pendapat ahli yang dirangkum oleh Smith
menemukan bahwa kreatifitas tidak dapat diprediksikan atau ditingkatkan secara
tunggal dengan mengfokuskan pada proses-proses kognitif dan trait kepribadian
yang dimiliki oleh seseorang.
Hal ini
menyebabkan para peneliti lebih memfokuskan perhatian pada faktor-faktor sosial
dan lingkungan yang dapat meningkatkan atau menurunkan aktivitas-aktivitas
kreatif.
Penelitian yang dilakukan oleh Chen
dkk. Menunjukkan bahwa kreativitas
merupakan suatu hal yang dapat diajarkan. Chen dkk. untuk meningkatkan
kemampuan para siswa dalam menyelesaikan permasalahan secara kreatif.
Chen dkk. Menggunakan subjek penelitian sebanyak 177
orang. Torrance Tests of Creative
Thinking (TTCT) digunakan untuk mengukur perubahan kreatifitas para siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa para siswa yang menyelesaikan kurikulum
pendidikan tersebut mengalami peningkatan kreatifitas secara signifikan.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Belajar adalah sebagai sesuatu perubahan tingkah laku
yang relative tetap, yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman. Belajar
kreatif berhubungan erat dengan penghayatan terhadap pengalaman belajar yang
sangat menyenangkan, yang dijalaninya melalui tahapan-tahapan kreativitas.
Kreativitas
merupakan proses yang mengarah ke penciptaan sesuatu yang baru, dan berbeda
dimana dalam mencipta bergantung pada perolehan pengetahuan yang diterima dan
yang mempunyai tujuan yang mendatangkan keuntungan bagi orang itu sendiri atau
kelompok sosialnya.
model pembelajaran kreatif ialah suatu pola pendekatan
yang digunakan untuk menciptakan iklim belajar dan pembelajaran yang mendukung
bagi berkembangnya kreativitas siswa.
Dalam hal ini adalah kreativitas siswa. Belajar dan
pembelajaran kreatif dapat berlangsung dengan lebih baik dan lancar apabila
didukung suatu iklim belajar dan pembelajaran yang kondusif, yaitu susana yang
menunjang pendayagunaan kreativitas siswa.
B. Saran
Dari
hasil penelitian yang penulis peroleh di lapangan, penulis memberikan saran
baik untuk pembaca dan terlebih lagi untuk diri pribadi penulis sendiri :
1.
Diharapkan kepada calon pendidik yang akan datang dapat
meningkatkan kreativitas siswa dalam belajar.
2.
Kepada calon pendidik dapat menggunakan berbagai
peralatan (media) dalam pembelajara
DAFTAR
PUSTAKA
W. J. S Poerwadarminta, Kamus Umum
Bahasa Indonesia, (Jakarta : PN Balai Pustaka, 2004).
Elizabeth B. Hurlock, Psikologi
Perkembangan, (Jakarta : PT Gelora Aksara Pratama, 2004).
Mangun Hardiman, Membangun
Kreativitas, (Jakarta : PT Rineka, 2008).
Munandar S. C. Utami, Mengembangkan
Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah, cet. III, (Jakarta : PT Gramedia
Widiasarana Indonesia, 2009).
SURAT KETERANGAN
Nomor :
Berdasarkan Surat
Nomor : 67 /STAI-URD/IX/2012 tanggal 12 November 2012,
maka dengan ini menyatakan bahwa :
Nama : Eli
Indriani
NIMKO : 1209. 11. 06501
Program : S-1
Program Studi : PGMI B
Semester :
III (Tiga)
Dosen Pengampu : Hermanto, S. Psi
telah melakukan riset / penelitan
dalam tugas matakuliah Psikologi Belajar.
Riset tersebut dilakukan terhadap :
Nama : Murni
Yanti
Tempat /Tgl Lahir : Igal /06-Januari-2003
Jenis Kelamin : Perempuan
Pendidikan :
SD 035
Kelas :
IV (Empat)
Alamat : Sungai Beringin
Jln. Pembangunan
Demikian Surat
Keterangan ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya.
Tembilahan,
12 November 2012
Tertanda,
Kepala
Sekolah / orangtua anak
( BADRI )
IDENTITAS PENULIS
|
II. DATA PRIBADI
g. Nama : Eli
Indriani
h. Tempat Lahir : KH. Mandah
i. Tanggal Lahir : 07 – Juli – 1988
j. Pekerjaan :
Mahasiswi
k. Alamat Saat
Ini : Sungai Beringin
Jln. Pembangunan
l. Alamat Rumah : Sungai Beringin Jln. Pembangunan
m. Contact Person
: 082388486816
III. RIWAYAT PENDIDIKAN UMUM
a. SD /
Ibtidaiyah
Nama : SD 047
Tahun : 2000
Di : KH. Mandah
b. SLTP/
Tsanawiyah
Nama
: MTsN
Tahun : 2003
Di : KH. Mandah
c.
SLTA /Aliyah
Nama : SMAN 1
Kateman
Tahun :
2006
Di : Sungai Guntung
IV. DATA ORANG TUA
Ayah :
a. Nama : M. Idris
(Almarhum)
b. Tempat Lahir : KH. Mandah
c. Tanggal Lahir : 04-Januari-1966
d. Pendidikan
Terakhir : SPG
e. Alamat Saat
Ini : KH.
Mandah
f. Alamat Rumah : KH. Mandah
Ibu :
a.
Nama :
Nurasiah
b.
Tempat lahir :
KH. Mandah
c.
Tanggal lahir :
02-Maret-1968
d.
Pendidikan terakhir :
SD
e.
Alamat saat ini :
KH. Mandah
f.
Alamat rumah :
KH. Mandah
V. DATA SUAMI / ISTRI
a. Nama : Raja
Hamidi
b. Tempat Lahir : Igal
- Tanggal Lahir : 23 – Maret – 1978
- Pendidikan Terakhir : S–1 STAI
- Alamat Saat Ini : Sungai Beringin Jln. Pembangunan
- Alamat Rumah : Sungai Beringin Jln. Pembangunan
VI. DATA ANAK
1. Jenis Kelamin : Laki –
laki
2. Usia : 2 Tahun
3. Anak ke : 1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar